Senin, 18 Juni 2018

Mengenal Tanaman Leunca, Herbal Yunani Kuno Zaman Neolitik

Apa Itu Tanaman Leunca

Leunca, tanaman ini kadang-kadang masih asing bagi sebagian orang. Tetapi siapa sangka tanaman liar yang satu ini bisa dijadikan herba ampuh untuk pria dan wanita. Leunca, nama latin disebut Solanum Nigrum, nama lain disebut Black Nightshade, Yaitu spesies dari genus Solanum. Yunani kuno sudah mengenal tanaman Leunca sebagai herba ampuh untuk pria dan wanita. Dukun kuno seperti dalam film kolosal Yunani, pasti tak meninggalkan herba yang satu ini. Spesies ini diduga berasal dari Eurasia dan diperkenalkan hingga ke Amerika, Australia, Asia dan Afrika Selatan.

Leunca juga dikenal sebagai tanaman yang bisa menjadi racun bagi ternak dan manusia. Tetapi, buah yang sudah matang dan daun yang seudah dimasak dapat dimakan dan digunakan sebagai makanan di beberapa daerah. Selain sebagai makanan, tanaman leunca juga sering digunakan sebagai bahan obat tradisional. Tradisi ini memang sudah diterapkan oleh nenek moyang kita sejak zaman dahulu, salah satunya dijadikan sebagai herba campuran.

Menurut studi sejarah, leunca sudah berkembang sejak periode Paleolitik dan Mesolitikum. Tanaman ini tak jarang diaplikasikan oleh penduduk Inggris kuno sebagai makanan dan bahan herbal natural. Menurut Edward Salisbury, leunca yakni bagian dari flora orisinil sebelum berkembangnya pertanian zaman Neolitik. Bahkan Pliny, dalam artikelnya menyebutkan bahwa leunca telah diaplikasikan pada abad pertama Masehi oleh dukun besar, termasuk Dioscorides. Setelah dunia memasuki ilmu pengetahuan modern tahun 1753, Carl Linnaeus mulai menggambarkan enam varietas Solanum Nigrum (Plantarum).

Sejak zaman kuno, tanaman leunca sudah digunakan sebagai ramuan umum. Tanaman ini tergolong semak abadi yang berumur pendek, dan banyak tumbuh di daerah berhutan. Ciri-ciri tanaman leunca bisa mencapai ketinggian 30 sampai 120 cm. Ukuran lebar daun antara 4 sampai 7,5 cm dan panjangnya antara 2 sampai 5 cm. Ciri daun berbentuk ovate hati dengan tepi daun yang bergelombang atau bergigi besar. Permukaan sisi bawah dan atas daun tampak berbulu, terkadang ada yang tidak berbulu.

Tanaman leunca memiliki bunga dengan ciri kelopak tampak kehijauan dan putih. Sedangkan bunga leunca seperti anting-anting yang berwarna kuning terang dan menonjol. Ciri-ciri buah leunca biasanya berukuran 6 sampai 8 mm, buah ini tampak hitam kusam atau berwarna ungu-hitam. Ada juga spesis lain yang berada di India yang buahnya berubah merah saat matang.

Solanum nigrum complex, juga dikenal sebagai Solanum L. section Solanum. Spesis ini merupakan kelompok Black Nightshade yang ditandai dengan kurangnya bulu stellata yang tajam, bunga putih dan buah hijau berubah menjadi hitam. Yang termasuk dalam spesis ini adalah S. Nigrum, S. Americanum, S. Douglasii, S. Ppacum, S. Ptychanthum, S.Retroflexum, S. Sarrachoides, S. Scabrum, dan S. Villosum.

 Sejak dahulu Yunani kuno telah mengenal tanaman leunca, dimana spesis ini paling sering digunakan sebagai ramuan tradisional. Leunca bisa digunakan untuk mengobati sariawan, obat herpes zoster, obat penenang sudorific dan analgesik. Di India, tanaman ini digunakan untuk mengobati disentri, bisul, penyakit lambung dan mengatasi demam.

Buah leunca bisa diracik sebagai pencahar, obat asma dan menambah nafsu makan. Manfaat leunca untuk kesuburan pria dan wanita dan bisa dijadikan ramuan perangsang. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa tanaman ini bersifat narkotik yang kuat dan agak berbahaya. Dalam percobaan pada seekor tikus di Cina, leunca berhasil menghambat pertumbuhan karsinoma serviks. Sehingga tanaman ini dianggap sebagai Antitumorigenik, Antioksidan, anti peradangan, hepatoprotektif, diuretik, dan antipiretik.

Nantikan Artikel Terbaru RudyPratamaBlog


EmoticonEmoticon