Senin, 14 Mei 2018

Cara Pembibitan Tembakau Yang Benar

Cara Pembibitan Tembakau Yang Benar

Pembibitan tembakau bisa dilakukan dengan metode bedengan dan hasil bibit tembakau cabutan atau metode hasil bibit didalam polybag. Pembibitan dengan cara bedengan dijalankan dengan langkah - langkah sebagai berikut:

1. Persiapan bibit

Langkah pertama dalam pembibitan ialah persiapkan dengan mengaplikasikan bibit yang bermutu dari varietas unggul. Bibit yang bermutu dan varietas unggul bisa mempertimbangkan hasil tembakau. Varietas unggul tembakau bisa didapatkan dari tetua - tetua yang mempunyai sifat - sifat yang unggul.

Bibit tembakau benar - benar kecil dengan indeks biji 50 - 80 mg/1 000 biji atau setiap gram mengandung 13000 butir bibit, dengan demikian untuk bisa menyebar secara merata di atas bedengan tidak bisa disebarkan secara langsung. Bibit yang diaplikasikan untuk pembibitan harus dipersiapkan terlebih dahulu dan diseleksi secara ideal. Bibit ialah sarana produksi yang mempertimbangkan hasil tembakau sebab setiap bibit mempunyai sifat genetika dan morfofisiologis yang memberi pengaruh pertumbuhan dan produksi tanaman.

Bibit harus murni dan tidak tercampur dengan benih yang rusak, tidak tercampur dengan kotoran atau biji gulma, bebas dari serangan hama dan penyakit. Dengan demikian untuk pengadaan benih harus diseleksi dari pohon induk ataupun cara kerja pemulihan yang benar serta teknologi produksi benih yang memenuhi standar, sehingga mendapatkan benih yang unggul dan bermutu.

2. Pemilihan daerah pembenihan

Tempat pembenihan harus cukup terbuka, dekat areal pertanian, memperoleh sinar sang surya yang cukup secara khusus pada pagi hari. Lapisan tanahnya cukup tebal, subur, tenaga menahan air dan drainase baik. Di samping itu, daerah pembenihan juga dekat dengan sumber air untuk mempermudah penyiraman, bebas dari tanaman famili Solanaseae pada pertanaman sebelumnya dan bebas dari gangguan hewan peliharaan, hama dan penyakit.

3. Pembuatan bedengan

Pembuatan bedengan harus dimulai dengan pengolahan tanah terlebih dahulu. Pengolahan tanah pesemaian bedengan dikerjakan 30 - 35 hari sebelum penaburan benih. Pengolahan tanah ini harus telah dikerjakan 70 - 80 hari sebelum tanam agar benih siap salur pada waktu tanam, sebab usia benih tembakau siap salur yaitu 40 - 45 hari. Pengolahan tanah terdiri dari pembajakan I dan pembajakan II, dengan interval 1 hingga 2 pekan dan dengan kedalaman bajak sektat 30 - 40 cm. Bedengan disusun dengan arah utara selatan yang berukuran lebar 1 m panjang 5 m meskipun tinggi 30 cm dan jarak antar bedengan 75 - 100 cm.

4. Penaburan benih

Penaburan benih dikerjakan setelah bedengan semai siap tanam. Sebelum penaburan benih dikerjakan pemupukan dasar dengan pupuk NPK dosis 0,5 - 1 kg/m2, 3 hingga 4 hari sebelum sebar. Bibit tembakau bisa disebar di bedengan dengan perendaman atau tanpa rendaman sebelumnya. Perendaman benih bisa dikerjakan selama 48 jam sebelum benih disebar. Penaburan benih bisa dikerjakan dengan gembor berisi air ditambah sabun sebagai pendispersi agar benih tidak mengumpul. Penyebaran bibit tanpa perendaman bisa dijalankan dengan mencampur bibit dengan abu atau pasir halus supaya merata.

5. Pemeliharaan

Pemeliharaan benih adalah hal yang penting, yang harus dilakukan yakni: penyiraman, pemupukan, membatasi naungan, penjarangan mulsa, penyiangan, penjarangan tanaman, pengendalian hama dan penyakit. Sebelum pembibitan, anda harus melakukan penyiraman, supaya bibit bisa tumbuh dengan baik.

Penjarangan bibit (reseting) juga harus dilakukan, supaya bibit terhindar dari kelembaban yang terlalu berlebihan, karena bibit yang mendapat kelembaban yang berlebihan dapat menimbulkan serangan penyakit rebah kecambah atau lanas. Penjarangan juga harus dilakukan supaya bibit tidak mengalami etiolasi dan tidak terjadi kompetisi elemen hara. Reseting dilaksanakan jika bibit sudah berumur 21 hari.

Metode Budidaya Pembibitan Tembakau

Pembibitan harus diberi naungan yang terbuat dari bambu, berbentuk setengah lingkaran dan memanjang, naungan dibuat agar melindungi bibit dari sinar matahari. Naungan bisa mengaplikasikan plastik Polyetilen berukuran 5,2 m x 1,2 m x 0,5 m. Plastik Polyotilen (atap) bisa dibuka dari pukul 07.00 hingga 10.30 pada dikala bibit berumur 15 - 20 hari, pukul 07.00 - 12.00 pada dikala umur bibit 20 - 28 hari dan satu hari penuh setelah umur bibit 28 hari. Di atas bibit perlu dihamparkan mulsa dari potongan jerami berukuran 25 cm. Mulsa berfungsi untuk mencegah benih bergeser dari tempat semula pada saat penyiraman atau musim hujan.

Baca Juga : 6 Tips Budidaya Ikan Bandeng di Kolam Terpal

Sesudah benih berumur 20 - 25 hari, penjarangan patut dikerjakan, agar jarak benih beraturan, antara 4 cm x 4 cm sampai 5 cm x 5 cm, sehingga tiap-tiap bedengan terdapat 400 - 625 benih atau dilaksanakan pencabutan benih dan dipindah ke bedengan lain dengan jarak tanam 5 cm x 5 cm (disebut pataran benih). Bedengan pataran umumnya didekat lahan yang akan ditanami tembakau. Bibit pataran ini bisa ditanam di lahan sesudah 20 - 25 hari.

Pengaturan hama dilaksanakan sesuai tipe hama dan penyakit yang menyerang tanaman tembakau dan dilaksanakan secara terpadu. Di awal pengolahan tanah juga semestinya dilaksanakan teknik solarisasi tanah. Menurut cicu (2011), solarisasi tanah ialah suatu sistem disinfestasi tanah opsi yang sederhana, aman, ideal target, dan tak meninggalkan residu, bisa dengan gampang digunakan pada skala kecil atau skala luas, dan bisa dikombinasikan dengan sistem pengendalian yang hama yang lainnya, seperti aplikasi pestisida dosis rendah, aplikasi pupuk (pupuk hijau, pupuk organik, atau pupuk buatan), dan agens hayati, serta mempunyai efek pengendalian rentang panjang.

Penggunaan sistem solarisasi juga bisa mengendalikan patogen - patogen tanaman tular tanah (nematoda parasit, cendawan, dan beberapa bakteri) dan gulma secara ideal target, membenarkan kesuburan tanah, meningkatkan pertumbuhan tanaman meningkatkan ketersediaan gizi esensial di dalam tanah dan menstimulir pertumbuhan mikroflora tanah.


EmoticonEmoticon