Senin, 18 Juni 2018

Mengenal Tanaman Leunca, Herbal Yunani Kuno Zaman Neolitik

Apa Itu Tanaman Leunca

Leunca, tanaman ini kadang-kadang masih asing bagi sebagian orang. Tetapi siapa sangka tanaman liar yang satu ini bisa dijadikan herba ampuh untuk pria dan wanita. Leunca, nama latin disebut Solanum Nigrum, nama lain disebut Black Nightshade, Yaitu spesies dari genus Solanum. Yunani kuno sudah mengenal tanaman Leunca sebagai herba ampuh untuk pria dan wanita. Dukun kuno seperti dalam film kolosal Yunani, pasti tak meninggalkan herba yang satu ini. Spesies ini diduga berasal dari Eurasia dan diperkenalkan hingga ke Amerika, Australia, Asia dan Afrika Selatan.

Leunca juga dikenal sebagai tanaman yang bisa menjadi racun bagi ternak dan manusia. Tetapi, buah yang sudah matang dan daun yang seudah dimasak dapat dimakan dan digunakan sebagai makanan di beberapa daerah. Selain sebagai makanan, tanaman leunca juga sering digunakan sebagai bahan obat tradisional. Tradisi ini memang sudah diterapkan oleh nenek moyang kita sejak zaman dahulu, salah satunya dijadikan sebagai herba campuran.

Menurut studi sejarah, leunca sudah berkembang sejak periode Paleolitik dan Mesolitikum. Tanaman ini tak jarang diaplikasikan oleh penduduk Inggris kuno sebagai makanan dan bahan herbal natural. Menurut Edward Salisbury, leunca yakni bagian dari flora orisinil sebelum berkembangnya pertanian zaman Neolitik. Bahkan Pliny, dalam artikelnya menyebutkan bahwa leunca telah diaplikasikan pada abad pertama Masehi oleh dukun besar, termasuk Dioscorides. Setelah dunia memasuki ilmu pengetahuan modern tahun 1753, Carl Linnaeus mulai menggambarkan enam varietas Solanum Nigrum (Plantarum).

Sejak zaman kuno, tanaman leunca sudah digunakan sebagai ramuan umum. Tanaman ini tergolong semak abadi yang berumur pendek, dan banyak tumbuh di daerah berhutan. Ciri-ciri tanaman leunca bisa mencapai ketinggian 30 sampai 120 cm. Ukuran lebar daun antara 4 sampai 7,5 cm dan panjangnya antara 2 sampai 5 cm. Ciri daun berbentuk ovate hati dengan tepi daun yang bergelombang atau bergigi besar. Permukaan sisi bawah dan atas daun tampak berbulu, terkadang ada yang tidak berbulu.

Tanaman leunca memiliki bunga dengan ciri kelopak tampak kehijauan dan putih. Sedangkan bunga leunca seperti anting-anting yang berwarna kuning terang dan menonjol. Ciri-ciri buah leunca biasanya berukuran 6 sampai 8 mm, buah ini tampak hitam kusam atau berwarna ungu-hitam. Ada juga spesis lain yang berada di India yang buahnya berubah merah saat matang.

Solanum nigrum complex, juga dikenal sebagai Solanum L. section Solanum. Spesis ini merupakan kelompok Black Nightshade yang ditandai dengan kurangnya bulu stellata yang tajam, bunga putih dan buah hijau berubah menjadi hitam. Yang termasuk dalam spesis ini adalah S. Nigrum, S. Americanum, S. Douglasii, S. Ppacum, S. Ptychanthum, S.Retroflexum, S. Sarrachoides, S. Scabrum, dan S. Villosum.

 Sejak dahulu Yunani kuno telah mengenal tanaman leunca, dimana spesis ini paling sering digunakan sebagai ramuan tradisional. Leunca bisa digunakan untuk mengobati sariawan, obat herpes zoster, obat penenang sudorific dan analgesik. Di India, tanaman ini digunakan untuk mengobati disentri, bisul, penyakit lambung dan mengatasi demam.

Buah leunca bisa diracik sebagai pencahar, obat asma dan menambah nafsu makan. Manfaat leunca untuk kesuburan pria dan wanita dan bisa dijadikan ramuan perangsang. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa tanaman ini bersifat narkotik yang kuat dan agak berbahaya. Dalam percobaan pada seekor tikus di Cina, leunca berhasil menghambat pertumbuhan karsinoma serviks. Sehingga tanaman ini dianggap sebagai Antitumorigenik, Antioksidan, anti peradangan, hepatoprotektif, diuretik, dan antipiretik.

Cara Budidaya Semangka Non Biji

Cara Budidaya Semangka Non Biji

Semangka tanpa biji atau semangka non biji sebenarnya memiliki sifat yang mirip dengan semangka berbiji, hanya saja verietas semangka tanpa biji telah diolah sedemikian rupa agar semangka yang dihasilkan tidak memiliki biji. Tujuan pembuatan semangka non biji ini yaitu untuk memudahkan saat mengkonsumsinya. Untuk membedakan semangka non biji dan semangka berbiji sangat mudah, jika dilihat secara fisik semangka tanpa biji memiliki kulit dan corak yang lebih gelap dibandingkan dengan semangka berbiji.

Proses budidaya semangka non biji sedikit lebih rumit jika dibandingkan dengan semangka berbiji. Dalam budidaya semangka tanpa biji diperlukan perlakuan yang khusus dalam penyemaian, penyerbukan dan juga pemupukan. Kemungkinan kegagalan akan terjadi jika proses tersebut tidak tepat dilakukan. Selain itu masa panen semangka non biji lebih lama dibandingkan dengan semangka berbiji, semangka berbiji dapat dipanen setelah berumur sekitar 55-60 hari setelah tanam, sedangkan semangka non biji dapat dipanen setelah berumur sekitar 65-70 hari setelah tanam. Berikut tahap-tahap Cara Budidaya Semangka Non Biji atau Tanpa Biji :

Syarat Tumbuh Semangka Non Biji

Semangka non biji dapat dibudidayakan di dataran rendah hingga dataran tinggi. Semangkan non biji dapat tumbuh pada tanah yang gembur berpasir dengan pH sekitar 6-7 dan beriklim hangat dengan suhu sekitar 20°C-30°C. Lahan tanam mendapatkan sinar matahari penuh atau minimal sekitar 7 jam dalam sehari.

Persiapan Lahan Tanam Semangka Non Biji

Lahan yang akan digunakan untuk budidaya semangka non biji digemburkan dahulu dengan cara dibajak atau dicangkul. Kemudian buatlah bedengan ganda dengan ukuran lebar sekitar 70 – 80 cm dengan tinggi minimal sekitar 30 cm dengan parit kecil ditengahnya. Jarak antar bedengan yaitu sekitar 3 - 4 meter. Sebenarnya bedengan tidak harus bedengan ganda dapat juga bedengan tunggal, namun bedengan ganda lebih memudahkan untuk melakukan pemeliharaan dan pengairan dengan sistem leb. Apabila bedengan tunggal, maka penyiraman dilakukan dengan sistem drip.

Apabila pH tanah dibawah 6 maka lakukan pengapuran atau pemberian dolomit, lalu biarkan selama 7 hingga 10 hari. Setelah 10 hari lakukan pemupukan dasar menggunakan pupuk kandang, aduk pupuk hingga tercampur rata dengan tanah bedengan dan siram hingga basah. Pemberian pupuk dasar ini dilakukan pada 10 - 15 hari sebelum tanam. Selanjutnya lakukan pemasangan Mulsa Plastik untuk mengendalikan pertumbuhan gulma disekitar tanaman. Jika mulsa sudah dipasang selanjutnya buatlah lubang tanam dengan jarak sekitar 80 - 90 cm di bagian tengah bedengan.

Penyemaian Benih Semangka Non Biji

Benih yang sudah diperoleh selanjutnya dipecah sedikit bagian tempat tumbuh akarnya agar mudah berkecambah, selanjutnya benih direndam dalam air hangat yang dicampur dengan zat pertumbuhan tanaman atau bisa juga air bawang merah selama sekitar 8-10 jam. Selanjutnya, tiriskan dan bungkus dengan kain basah atau koran. Benih akan mulai berkecambah selah 3-4 hari. Setelah itu, semai benih pada polybag dan bibit siap ditanam setelah berumur 7-10 hari setelah semai.

Karena serbuk sari pada tanaman semangka tanpa biji tidak dapat dibuahi, maka perlu dilakukan pula penanaman semangka berbiji sebanyak 10% dari jumlah total tanaman semangka tanpa biji untuk diambil serbuk sarinya untuk membuahi bakal buah semangka tanpa biji. Penyerbukan itu sendiri dilakukan secara manual.

Penanaman Semangka Non Biji

Setelah bibit berumur sekitar 7-10 hari atau telah memiliki 2-3 helai daun, lakukan penanaman. Tanamlah bibit semangka pada lubang tanam yang telah dibuat sebelumnya, tutup kembali lubang tanam dengan tanah disekitar bibit. NB : Penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari.

Pemupukan Susulan

Pemupukan susulan pertama pada tanaman semangka non biji dilakukan pada saat tanaman berumur sekitar 10 hari setelah tanam dengan menggunakan pupuk NPK dengan dosis sekitar 5 gram/300 ml air/tanaman, pemberian pupuk tersebut dilakukan dengan cara dikocor. Pemupukan susulan selanjutnya dilakukan setiap 4-5 hari sekali dengan penambahan dosis secara berkala.

Penyerbukan Semangka Non Biji

Pada saat tanaman berumur 25 hari setelah tanam, lakukan penyerbukan secara manual. Ambil serbuk sari secukupnya dari bunga semangka berbiji dan oleskan ke putik semangka non biji. Sebaiknya penyerbukan ini dilakukan pada pagi hari. Penyerbukan ini hanya dapat dilakukan hingga tanaman berumur sekitar 35 hari setelah tanam.

Penyeleksian Buah Semangka Non Biji

Lakukan penyeleksian pada buah apabila buah sudah dipastikan jadi atau berukuran sebesar buah duku. Buah yang kurang bagus dibuang. Pada setiap ranting sekunder dan batang utama, sisakan satu buah saja.

Pemanenan Semangka Non Biji

Semangka Non Biji baru dapat dipanen setelah berumur sekitar 65-70 hari setelah tanam. Buah yang masak memiliki ciri-ciri kulit buah memudar dan sulur pada pangkal tangkai buah mengering.

Minggu, 03 Juni 2018

Manfaat Buah Merah Papua Bagi Kesehatan Tubuh

Manfaat Buah Merah Papua Bagi Kesehatan Tubuh

Buah merah merupakan buah yang sangat langkah dan juga jarang ditemui masyarakat. Jika dilihat dari namanya saja sudah pasti buah ini berwarna merah sama halnya seperti buah stroberi, apel ataupun semangka. Tetapi untuk karakteristik dari buah merah ini masih belum banyak orang yang mengetahuinya.

Buah merah merupakan jenis tanaman atau buah yang tumbuh di daerah Papua, tepatnya berada di Gunung Jayawijaya. Selain itu, buah ini juga memiliki nama latin yang bernama Pandanus Conoideus, karena buah ini bentuknya panjang dan tergolong pada tanaman seperti panda-pandanan. Buah ini memiliki panjang sekitar 55 cm dengan diameter kurang lebih 10-15 cm dan berat sekitar 2-3 Kg. Tentu saja buah ini telah dipercaya memiliki banyak manfaat dan khasiat bagi kesehatan tubuh.

Berikut ini adalah beberapa manfaat buah merah bagi kesehatan tubuh :

1. Melawan dan mengobati kanker

Kanker merupakan sebuah penyakit yang sangat berbahaya dan mematikan, tetapi masih bisa untuk disembuhkan. Kandungan tokferol dan juga betakrotenya yang sangat tinggi bisa membuat buah ini direkomendasikan bagi seseorang yang memiliki kanker.
Menurunkan tekanan darah tinggi

Apabila anda memiliki penyakit darah tinggi sangat disarankan sekali anda mengonsumsi buah merah ini untuk menurunkannya. Buah ini bisa menurunakan tekanan darah tinggi dengan memperlancar aliran darah dan juga mencegah penumpukan flek di aliran darah arteri.
Meningkatkan stamina untuk pria

Buah merah ini juga sudah di teliti oleh seorang dosen dari Universitas Cendrawasih yang bernama Drs. I Made Budi M.Sc. Dosen tersebut telah mengamati penduduk yang mengonsumsi buah merah ini. Kemudian hasil yang di dapat banyak masyarakat wamena khususnya pria telah memiliki badan yang kekar. Jadi bagi anda yang ingin mendapatkan stamina yang kuat,sehat dan bugar bisa mengonsumsi buah merah ini.

2. Menurunkan kolestrol jahat pada tubuh

Apabila anda sering memakan makanan yang berlemak dan juga memiliki kadar kolestrol yang sangat tinggi sebaiknya jangan anggap hal tersebut sebagai hal yang sepele. Jika kadar kolestrol jahat dan lemak jenuh telah melebihi normal dapat menyebabkan penipisan pembuluh darah di bagian otak,ginjal dan jantung. Jika anda ingin mengatasi hal ini anda bisa mengonsumsi buah merah ini untuk mengatasi penyakit kolestrol.

3. Mencegah penyakit mata

Jika anda memiliki pengelihatan mata yang terganggu sebaiknya anda mengkonsumsi buah merah sebagai solusinya. Bukan hanya wortel saja, buah merah juga mengandung betakroten yang telah berkhasiat untuk mencegah penyakit mata.

4. Mengobati diabetes melitus

Diabetes melitus merupakan sebuah penyakit yang disebabkan oleh meningkatnya kadar gula yang ada ditubuh. Jika anda ingin mengatasi atau mengobati diabetes melatus ini anda bisa mengkonsumsi buah merah. Kandungan dari buah merah ini mengandung tokoferol yang sangat baik sekali untuk meningkatkan kerja pada pankreas agar lebih optimal dalam pembuatan insulin.

5. Menguatkan tulang

Sebuah penelitian sudah membuktikan bahwa buah merah ini memiliki kandungan kalsium yang sangat tinggi. Tentu saja dengan kandungan kalsiumnya yang berlimpah ini bisa memberikan nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh tulang. Bukan hanya itu saja, buah ini juga akan membantu untuk menghindari osteoporosis.

6. Mengobati penyakit lupus

Bukan hanya penyakit kanker saja, penyakit lupus juga merupakan penyakit yang sangat membahayakan dan mematikan. Lupus merupakan sebuah penyakit yang menyerang sistem kekebalan manusia, tentu hal ini bisa mengganggu kesehatan dan para penderitanya akan susah bernapas. Maka dari itu cobalah untuk mengkonsumsi buah merah ini.

7. Mencerdaskan otak

Kandungan asam lemak omega-3 dan juga omega-6 di dalam buah ini sangat tinggi. Tentu saja nutrisi ini sangat penting bagi anda karena bisa meningkatkan daya pikir dan juga kecerdasan dari otak.

8. Stroke

Stroke adalah penyakit yang menyerang otak. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh darah yang membeku dan juga karena penyempitan pembuluh darah. Penyakit tekanan darah tinggi juga menjadi salah satu pemicu penyakit ini. Peran Buah Merah adalah mencegah dan membantu pengobatan serangan stroke. Senyawa kimia yang berperan adalah tokoferol. Tokoferol yang ada dalam Buah Merah adalah tokoferol alami dan berfungsi mencegah penggumpalan darah dengan mengencerkannya.

9. Herpes

Herpes adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh virus herpes. Penyakit ini ditandai dengan adanya bintil-bintil berair di bagian kulit yang berasa sangat gatal. Bintil-bintil penyakit ini bisa menyerang seluruh tubuh atau di daerah di sekitar alat kelamin. Secara empiris,pengidap herpes yang mengonsumsi sari Buah Merah dan mengoleskan minyaknya di daerah tubuh yang terkena herpes akan mengalami kesembuhan. Meskipun demikian secara ilmiah belum diketahui senyawa apa yang bisa menyembuhkan herpes tersebut. Sekian Dari Artikel Yang Saya Buat Semoga Bermanfaat.

Sabtu, 26 Mei 2018

Tips Menanam Markisa di Halaman Rumah

cara menanam markisa yang benar

Tanaman markisa yang memiliki nama latin passifloraceae yaitu tanaman rambat yang sesuai dengan iklim tropis. Tanaman hal yang demikian berasal dari Amerika Selatan. Di Indonesia, tidak sulit untuk menemukan buah dengan banyak biji berselaput didalamnya ini. Markisa yang umum ditemukan di Indonesia adalah merkisa yang berwarna kuning atau yang berwarna ungu. Saat ini sudah banyak yang membudidayakan tanaman markisa baik untuk memunuhi kebutuhan buah pribadi atau sebagai komoditas dagang.

Tanaman markisa tergolong pada tanaman yang tidak susah perawatannya. Tanaman ini dapat tumbuh baik di dataran tinggi atau didataran rendah dan dalam jenis tanah apapun. Selain ditanam di lahan pertanian, tanaman markisa juga memungkinkan untuk ditanam dihalaman rumah. Tanaman markisa berjenis tanaman rambat sama seperti halnya anggur. Bagi Anda yang ingin membudidayakan markisa di sekitar rumah Anda. Disini kami akan membagi tips menanam markisa dihalaman rumah dengan baik dan benar.

Tips Menanam Markisa di Halaman Rumah

Seperti dikatakan sebelumnya, markisa merupakan jenis tanaman yang tumbuhnya merambat sama seperti tanaman semangka, mentimun, anggur, dan sejenisnya. Daun yang tumbuh mengikuti batang markisa berwarna hijau cerah. Sementara itu buah markisa memiliki bentuk bulat yang berwarna hijau saat masih muda dan kuning cerah atau berdasarkan varietasnya masing-masing. Buah markisa tersebut umumnya timbuh secara berderet pada bagian batang tanaman.

Beragam penelitian menunjukkan bahwa tanaman markisa dapat tumbuh diberbagai kondisi atau jenis tanah. dengan perawatan yang baik, tanaman markisa akan tumbuh subur dan menghasilkan buah yang berkualitas. Suhu yang baik untuk menanam markisa adalah 27 hingga 31 derajat celcius dimana kelembaban udaranya mencapai 70 hingga 80 persen.
       
Tanaman ini akan tumbuh dengan baik di daerah yang memiliki curah hujan dengan intensitas 600 hingga 1.200 mm per tahunnya. Selanjutnya, kecukupan sinar matahari juga menjadi faktor yang mendukung perkembangan tanaman ini.

Setelah mengetahui karakteristik tumbuh buah markisa, selanjutnya akan dibahas mengenai cara atau tips menanam markisa dihalaman rumah. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan mulai dari pembibitan, penanaman, penyiraman, pemukpukan, dan lainnya. Di bawah ini adalah penjelasan dari masing-masing proses yang harus Anda lakukan saat hendak menanam markisa disekitar rumah Anda.

1. Pembibitan

Saat ini sudah banyak toko tanaman yang menjual bibit-bibit tanaman berkualitas termasuk bibit tanaman markisa. Anda dapat mendapatkannya secara langsung mendatangi toko atau memesannya secara online. Jika Anda ingin melakukan proses pembibitan sendiri, maka ada beberapa metode yang dapat dilakukan.
       
Pertama dengan metode genaratif atau bibit yag diambil dari markisa yang sudah tua.  Selanjutnya, ambil bidi dan rendam dalam air hangat sehari semalam dan selanjutnya dilakukan penjemuran. Cara mendapatkan bibit selanjutnya adalah dengan metode vegetatif atau stek. Anda bisa mengambil batang tanaman markisa yang bagus lalu memotongnya dan menanamnya.

2. Penanaman

Proses selanjutnya adalah penanaman. Jika Anda menggunakan metode generatif atau biji, maka sebaiknya Anda melakukan proses pengecambahan biji terlebih dahulu. Biji markisa yang sudah kering tadi di tanam didalam poly bag yang berisi pupuk kandang. Beri pengairan yang cukup agar proses pengecambahan berlangsung optimal. Masa pengecambahan adalah 1-2 minggu hingga bibit siap dipindahkan ke lahan terbuka.
       
Saat bibit sudah siap dopindahkan, buatlah lubang pada tanah atau pot dengan panjang, lebar dan tinggi sekitar 15 cm. Lalu, isi 1/3 lubang dengan pupuk kandang sebelum menanam bibit markisa. Setelah bibit dimasukan kedalam lubang, tutuplah dengan tanah. Jika Anda memilih bibit dari batang markisa atau sengan cara stek, maka proses penanaman lebih praktis. Anda tidak perlu menunggu pengecambahan terlebih dahulu. Siapkan lubang yang diberi pupuk kandang di bagian bawah lalu tanam batang yang sudah disiapkan. Jarak antara satu batang dengan batang yang lain sekitar 3 x 3 meter.

3. Pengairan

Air merupakan unsur penting agar tumbuhan dapat hidup dengan baik. Maka dari itu penyiraman merupakan bagian dari tips menanam markisa dihalaman rumah  yang harus diperhatikan. Lakukan penyiraman secara rutin di pagi atau sore hari agar tanaman tumbuh dan berkembang dengan baik. Pada saat tanaman mulai berbunga dan berbuah, Anda bisa meningkatkan intensitas penyiraman agar buah yang dihasilkan lebih berkualitas.

4. Penyiangan

Penyiangan perlu dilakukan untuk menyingkirkan gulma atau tanaman liar disekitar tanaman markisa. Gulma dapat menghambat pertumbuhan tanaman karena dapat mengikis nutrisi yang seharusnya untuk tanaman markisa. Penyiangan dapat dilakukan dengan mencabut rumput-rumput liar.

5. Pemupukan

Tips menanam markisa dihalaman rumah berikutnya adalah pemupukan untuk menambah nutrisi pada tanaman. Pemupukan dpat dilakuan daat tanaman marksia berusia 1,5 bulan atau dalapat dilakuakan sebanyak 3 kali dalam setahun. Pupuk yang dipakai adalah pupuk organik sebagai dasar sedangkan pupuk kimia sepeti urea, KCL, atau jenis lainnya dapat dipberikan sebagai tambahan saja. waktu pemberian pupuk disesuaikan dengan kebutuhan tanaman.

6. Pemasangan media rambat

Karena markisa tumbuh merambat, maka Anda harus menyiapkan media rambat agar sulur-sulur tersebut meramabat dengan baik dan rqapi terutama jika dihalaman. Alat yang harus disiapkan adalah bilah bambu setinggi kurang lebih 2 meter.

Tancapkan bilah bambu tersebut disekitar tanaman guna memudahkan tanaman merambat. Dibagian atas bilah bambu tersebut, Anda bisa memasang tali rapia atau kawat untuk menghubungkan sulur. Pemasangan media rambat ini selain bertujuan untuk memudahkan tanaman merambat juga memudahkan proses panen nantinya.

7. Panen

Buah markisa dapat dipanen dalam kurun waktu kurang dari setahun jika pemeliharaannya dilakukan dengan baik. Tanaman ini termasuk pada kategori tanaman yang berbuah cepat. Pada usia 6 sampai 7 bulan, tanaman markisa mulai tumbuh bungan yang selanjutnya menjadi bakal buah. Pada usia 9 atau 10 bulan, buah markisa ada yang siap untuk dipanen. Ciri dari buah markisa yang siap panen adalah terasa empuk saat di pencet. Selain itu juga berbeda dari segi warna. Untuk markisa kuning, misalnya, akan berubah menjadi kuning cerah dai semula berwarna hijau saat sudah matang. Proses panen dilakukan dengan cara dipetik.
       
Itulah beberapa tips menanam markisa dihalaman rumah yang perlu Anda ketahui. Untuk menghasilkan buah markisa yang memilki kualitas baik bergantung pada setiap proses penanaman hingga pemeliharaan. Sebagai tambahan informasi, jika Anda menginginkan tanaman markisa yang cepat dipanen, Anda bisa memilik metode vegetatif atau stek batang. Dalam hal ini tanaman markisa akan lebih cepat tumbuh dibanding dengan metode menggunakan biji. Namun, dari segi kualitas buah, metode generatif atau biji lebih unggul. Namun demikian, apapun metode yang Anda pilih bukan menjadi masalah selama Anda memelihara tanaman dengan baiik. Semoga tips yang kami paparkan dapat bermanfaat dan membantu Anda dalam membudidayakan markisa di halaman rumah Anda.

Cara Menanam Lada Perdu Atau Merica Dalam Polybag

Cara Menanam Lada Perdu Atau Merica Dalam Polybag

Lada atau yang sering disebut dengan Merica atau Sahang merupakan tanaman yang kaya akan kandungan kimia seperti minyak lada, pati dan juga minyak lemak. Biasanya lada dimanfaatkan untuk diwujudkan bumbu dapur, lada mempunyai dua tipe lada, adalah lada hitam dan lada putih. Lada mempunyai sifat agak pahit, pedas, hangat dan antipiretik. Nama latin dari lada adalah Piper Albi Linn.

Rasa lada hampir sama dengan cabai dan harganya juga semakin melambung tinggi, lada juga mempunyai khasiat yang bermanfaat untuk tubuh, oleh sebab itu banyak orang yang mulai membudidayakan lada untuk meningkatkan poin ekonomi, sebenarnya lada sudah dibudidaya semenjak jaman dahulu. Tapi bagi anda yang tak memiliki lahan yang luas anda bisa mengerjakan penanaman lada atau merica ini pada polybag dipekarangan rumah anda, lada yang ditanam dalan polybag ini dikenal dengan lada perdu. Berikut adalah tahap budidaya lada atau Merica dalam Polybag:

a. Keunggulan Lada Perdu

Budidaya Lada perdu tidak memerlukan lahan yang luas, pekarangan yang digunakan untuk tanam-tanaman hias tidak menghasilkan namun kini jika ditanam merica dapat menambah penghasilan. Lada Perdu merupakan tanaman yang dapat berbuah sepanjang tahun dengan 2 kali panen besar. Dalam setiap polybag dapat menghasilkan 200 gram hingga 300 gram merica bahkan jika telah mencapai usia 3 tahun dapat menghasilkan sekitar 500 gram merica/polybag.

b. Pembibitan Lada Perdu

Bibit lada dapat diperoleh dari setek cabang primer dan sekunder atau menggunakan cabang primer dengan setek bertapak atau menyertakan sulur panjang. Namun dirasa terlalu ribet, anda dapat membeli bibit di toko tanaman. Jika, sudah didapatkan, selanjutnya bibit stek tersebut di semai pada polybag dengan media tanam berupa campuran tanah, pupuk Trichokompos dan pasir dengan perbandingan 7 : 3 : 1.     

Setelah bibit tersebut disemai pada polybag, tutup dengan plastik yang dapat dimasuki sinar matahari dengan intensitas cahaya sekitar 60% hingga 70%. Apabila mungkin, beri jaring untuk melindungi biji lada dari hama. Penyemaian tersebut dilakukan hingga bibit berumur 3 hingga 4 bulan atau hingga bibit memiliki akar yang baik dan kuat untuk selanjutnya dipindahkan ke media tanam yang baru.

c. Penanaman Lada Perdu

Siapkan pot atau polybag tanam berukuran 60 cm x 40 cm dan kemudian diisi dengan media tanam berupa tanah, pupuk kandang, pupuk trichokompos, kompos dan trichoderma dan diamkan selama 2 minggu. Setelah itu, lakukan penanaman. Agar tanaman lada perdu tumbuh optimal, lakukan penanaman secara rutin setiap tahun dengan menggunakan pupuk kandang dan beri pupuk Trichokompos 4 kali setahun.

d. Perawatan tanaman lada perdu

Selain diberi pupuk lakukan pula perawatan lainnya seperti berikut ini :
Melindungi tanaman lada perdu dari jamur cabang yang rimbun membuat tanaman lada perdu mudah terserang penyakit terutama penyakit yang disebabkan oleh jamur P.capsici karena tingkat kelembaban udara disekitar tanaman lada perdu cukup tinggi. Untuk mencegah hal tersebut terjadi, buatlah tiang penyangga.

e. Pengendalian hama dan penyakit.

Pengendalian hama dan penyakit dapat dilakukan dengan memanfaatkan agensi hayati maupun biopestisida. Penyakit busuk pangkal batang dapat dikendalikan dengan memanfaatkan jamur trichoderma. Penyakit kuning dapat dikendalikan dengan memanfaatkan  bakteri pasteuria penetrans. Hama walang sangit dapat dikendalikan dengan memanfaatkan jamur Beauveria bassiana. Untuk pengendalian yang lain yaitu menggunakan biopestisida, anda dapat membuatnya dengan ekstrak biji bengkuang, tepung cengkeh dan juga ekstrak akar tuba.

e. Pemanenan Lada Perdu

Lada perdu sudah dapat dipanen setelah berumur 12 bulan atau satu tahun setelah tanam. Namun akan lebih baik jika saat umur tersebut bunga dan buah yang tumbuh dibuang terlebih dahulu agar pertumbuhan tanaman tersebut akan lebih baik nantinya dan merica yang dihasilkan akan lebih banyak.